Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Romantika Klasik Kuliner Otentik Ala PAWON REMBOELAN

    pawon remboelan
    pawon remboelan
    pawon remboelan
    pawon remboelan
    pawon remboelan

    Yogyakarta selalu punya cara unik untuk memanjakan lidah dan jiwa para pelancongnya. Di sisi barat kota, tepatnya di kawasan Senuko, Sidoagung, Godean, Sleman, terdapat sebuah destinasi kuliner yang menawarkan lebih dari sekadar rasa, yaitu Pawon Remboelan. Restoran ini hadir dengan konsep keluarga yang kental dengan nuansa pedesaan, menjadi pelarian sempurna dari hiruk-pikuk pusat kota.

    Pawon Remboelan bukan sekadar tempat makan, ia adalah sebuah pengalaman "pulang kampung" yang dikemas secara modern namun tetap membumi. Terletak di tengah hamparan persawahan yang hijau, pengunjung akan disuguhi pemandangan aktivitas para petani yang sedang mengolah lahan secara langsung. Konsep ini menciptakan atmosfer slow living yang sangat dicari oleh masyarakat urban saat ini.

    “Restoran ini lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali cita rasa, suasana, dan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa, khususnya dari akar budaya Mataram Islam, Solo, dan Yogyakarta. Dengan filosofi utama "Crafted with Hearts", setiap elemen di tempat ini dirancang sebagai perpaduan antara heart (ketulusan) dan arts (keindahan ekspresi budaya),” papar Chris Broto, selaku Partnership Management Pawon Remboelan.

    Secara arsitektural, resto yang mulai beroperasi sejak September 2025 tersebut mengusung gaya rustic dengan mengaplikasikan arsitektur Joglo sebagai bangunan utama, yang bukan sekadar struktur fisik, melainkan simbol keseimbangan, kerendahan hati, dan welas asih dalam kehidupan Jawa. Bangunan ini menggunakan struktur kayu Jati dengan atap limasan menjulang dan ukiran halus yang merefleksikan filosofi hidup masyarakat Jawa masa lalu, serta dirancang untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Pawon Remboelan terbagi menjadi beberapa area, yaitu Bale Remboelan, Pendhapa Lor, Pendhapa Kidul, Dolanan Bocah, serta area tempat duduk outdoor yang berada di bawah rimbunnya pepohonan dengan view hamparan sawah nan syahdu. Fasilitas yang tersedia pun sangat lengkap, mulai dari area parkir yang luas, mushola yang nyaman dengan bangunan vintage bergaya Jawa-Kolonial.

    Chris Broto menjelaskan bahwa pembangunan di lahan pedesaan ini bertujuan menghadirkan suasana yang tenang, otentik, dan bersahaja. “Memang dari latar belakangnya sendiri, owner merupakan orang seni yang sangat mencintai unsur klasik dan budaya Jawa. Tata letak bangunan dari resto ini mengikuti hierarki ruang Jawa dengan memperhatikan letak alami dan spiritualitas di dalamnya. Simbol restoran ini direpresentasikan sebagai "Mandala Jawa", sebuah tempat untuk "Ngudar Rasa", di mana tamu disambut untuk menemukan ketenangan, refleksi, dan koneksi dengan diri sendiri maupun sesama,” imbuhnya.

    Beberapa fasilitas menarik juga disuguhkan oleh resto yang berdiri di atas lahan seluas 1 hektar tersebut, yaitu keberadaan fasilitas edukasi dan hiburan yang terintegrasi. Terdapat sebuah Aviary yang berisi burung Pipit dan berbagai jenis burung kecil lainnya, memberikan hiburan visual serta suara alam yang menenangkan. Kemudian bagi pengunjung yang membawa serta buah hati, tersedia juga area bermain yang aman bernama Dolanan Bocah, menjadikan tempat ini sebagai destinasi kuliner ramah anak. Selain area santai, desain bangunannya juga sangat fungsional untuk kebutuhan formal. Tersedia ruang pertemuan baik di dalam ruangan (Bale Remboelan) dengan konsep acara private, maupun di area yang lebih terbuka seperti di Pendhapa Lor dan Pendhapa Kidul.

    Dengan jam operasional dari pukul 08.00 – 22.00, Pawon Remboelan menjadi destinasi yang fleksibel untuk sarapan tenang di tepi sawah, makan siang bersama kolega, atau makan malam romantis dengan suasana pedesaan yang sunyi. Dari segi menu yang ditawarkan, Pawon Remboelan berusaha menghadirkan kembali citarasa sejarah dari dapur Mataraman. Beberapa ragam hidangan yang patut untuk dicoba diantaranya Ayam Panggang Mbah Kluruk, dimana pada prosesnya menggunakan ayam muda usia 4–6 bulan (kemanggang) yang dipanggang utuh menggunakan arang kayu tanpa digoreng, menyuguhkan rasa autentik dapur keluarga bangsawan. Menu jagoan dari Pawon Remboelan berikutnya yaitu Mangut Lele. Sajian khas Mataraman ini dimasak dengan bumbu rempah yang meresap sempurna, memberikan perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit aroma asap yang menggugah selera.

    Tidak hanya makanan berat, lini minuman memiliki daya tarik tersendiri. Mengusung tema kesehatan, restoran ini menyediakan berbagai pilihan minuman jamu tradisional. Roso Tresno dan Wedang Rempah Mataram, yaitu minuman penyegar sekaligus penyembuh yang diracik dari empon-empon seperti jahe, temulawak, kunir, cengkeh, kayu manis, dan pala. Bagi pecinta kopi, resto ini juga mempunyai sajian spesial yaitu Kopi Histori yang menggunakan biji kopi lokal dari lereng Gunung Lawu, Merapi, hingga Merbabu. Kopi ini diseduh dengan metode rebusan tradisional "Klotok" yang menghasilkan rasa pekat dan aroma khas yang membangkitkan kenangan. “Dengan perpaduan arsitektur etnik, kuliner berbasis sejarah, dan komitmen sosial, kami berharap Pawon Remboelan menjadi bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah destinasi yang memuliakan nilai luhur warisan nenek moyang dalam setiap sajian serta sudut bangunannya,” pungkas Chris.


    PAWON REMBOELAN
    Senuko, Sidoagung, Godean,
    Sleman, Yogyakarta.
    Telp : 0822 3097 0057
    IG : pawonremboelan

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain